DAFTAR 50 TAMAN NASIONAL DI INDONESIA

Agustus 22, 2009
Taman Nasional di Pulau Sumatera Taman Nasional di Pulau Jawa Taman Nasional di Bali dan Nusa Tenggara
1. Gunung Leuser *) **) 1. Ujung Kulon **) 1. Bali Barat
2. Siberut *) 2. Kepulauan Seribu 2. Gunung Rinjani
3. Kerinci Seblat **) 3. Gunung Halimun 3. Komodo *) **)
4. Bukit Tigapuluh 4. Gunung Gede Pangrango *) 4. Manupeu Tanah Daru
5. Bukit Duabelas 5. Karimunjawa 5. Laiwangi Wanggameti
6. Berbak ***) 6. Bromo Tengger Semeru 6. Kelimutu
7. Sembilang 7. Meru Betiri
8. Bukit Barisan Selatan **) 8. Baluran
9. Way Kambas 9. Alas Purwo
10. Batang Gadis 10. Gunung Merapi
11. Tesso Nilo 11. Gunung Merbabu
12. Gunung Ciremai
Taman Nasional di Pulau Kalimantan Taman Nasional di Pulau Sulawesi Taman Nasional di Maluku dan Papua
1. Gunung Palung 1. Bunaken 1. Manusela
2. Danau Sentarum ***) 2. Bogani Nani Wartabone 2. Aketajawe – Lolobata
3. Betung Kerihun 3. Lore Lindu *) 3. Teluk Cendrawasih
4. Bukit Baka-Bukit Raya 4. Taka Bonerate 4. Lorentz **)
5. Tanjung Puting *) 5. Rawa Aopa Watumohai 5. Wasur
6. Kutai 6. Wakatobi
7. Kayan Mentarang 7. Kepulauan Togean
8. Sebangau 8. Bantimurung – Bulusaraung

Keterangan:

*) Biosfer

**) Word Heritage Sites

***) Ramsar Sites

Iklan

GUNUNG TAMPOMAS

Agustus 22, 2009

KEADAAN FISIK KAWASAN

Luas dan letak
TAMPOMASTaman Wisata Alam (TWA) gunung Tampomas ditetapkan sebagai Taman Wisata berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 423/Kpts/Um/7/1979, tanggal 5-7-1979 dengan luas 1.250 Ha. Menurut administrasi pemerintahan termasuk kecamatan Buah Dua, Congeang, Sindagkerta dan Cibeureum Kabupaten Sumedang.

Topografi
Keadaan lapangan kawasan taman wisata ini bergunung-gunung dengan ketinggian antara 625 – 1.684 meter di atas permukaan laut.

Iklim
Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, iklimnya termasuk tipe iklim B dengan curah rata-rata curah hujan per tahun 3.518 mm. Baca entri selengkapnya »


GUNUNG HALIMUN

Agustus 19, 2009

KEADAAN FISIK KAWASAN

Luas dan letak
halimunKawasan Gununga Halimun sejak zaman pemerintahan Belanda (1924) telah ditetapkan sebagai Hutan Lindung. Kemudian pada tahun 1979 oleh Menteri Pertanian ditetapkan sebagai Cagar Alam Gunung Halimun dengan luas 40.000 Ha, dan pada tahun 1992 ditetapkan sebagai Taman Nasional (TN) oleh Menteri Kehutanan.
Menurut administrasi pemerintahan  TN Gunung Halimun termasuk wilayah Kabupaten Bogor, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Sukabumi.

Topografi
Keadaan topografi kawasan ini sebagian besar curam sampai dengan sangat curam yaitu antara 24-45%. Ketinggian tempatnya bervariasi dari 500 sampai dengan 1929 meter di atas permukaan laut dengan keadaan lapangannya bergunung-gunung. Terdapat beberapa puncak gunung yaitu : Gunung Halimun (1929 m), gunung Sanggabuana (1.919 m), Gunung Botol (1.720 m), gunung Kendeng (1.400 m), dan Gunung Amdan (1.463 m).

Iklim
Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson kawasan TN. Gunung Halimun termasuk dalam tipe iklim A. Curah hujan rata-rata berkisar antara 4.000 – 6.000 mm per tahun. Pada kondisi normal, bulan Oktober sampai April curah Hujan rata-ratanya mencapai 400-600 mm per bulan. Pada bulan Mei hingga Agustus curah hujan rata-rata mencapai 200 mm per bulan. Musim kemarau umumnya terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan September. Baca entri selengkapnya »