GUNUNG HALIMUN

Agustus 19, 2009

KEADAAN FISIK KAWASAN

Luas dan letak
halimunKawasan Gununga Halimun sejak zaman pemerintahan Belanda (1924) telah ditetapkan sebagai Hutan Lindung. Kemudian pada tahun 1979 oleh Menteri Pertanian ditetapkan sebagai Cagar Alam Gunung Halimun dengan luas 40.000 Ha, dan pada tahun 1992 ditetapkan sebagai Taman Nasional (TN) oleh Menteri Kehutanan.
Menurut administrasi pemerintahan  TN Gunung Halimun termasuk wilayah Kabupaten Bogor, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Sukabumi.

Topografi
Keadaan topografi kawasan ini sebagian besar curam sampai dengan sangat curam yaitu antara 24-45%. Ketinggian tempatnya bervariasi dari 500 sampai dengan 1929 meter di atas permukaan laut dengan keadaan lapangannya bergunung-gunung. Terdapat beberapa puncak gunung yaitu : Gunung Halimun (1929 m), gunung Sanggabuana (1.919 m), Gunung Botol (1.720 m), gunung Kendeng (1.400 m), dan Gunung Amdan (1.463 m).

Iklim
Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson kawasan TN. Gunung Halimun termasuk dalam tipe iklim A. Curah hujan rata-rata berkisar antara 4.000 – 6.000 mm per tahun. Pada kondisi normal, bulan Oktober sampai April curah Hujan rata-ratanya mencapai 400-600 mm per bulan. Pada bulan Mei hingga Agustus curah hujan rata-rata mencapai 200 mm per bulan. Musim kemarau umumnya terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan September. Baca entri selengkapnya »

Iklan

GUNUNG PAPANDAYAN

Agustus 19, 2009

KEADAAN FISIK KAWASAN

Luas dan letak
papandayanKawasan hutan gunung Papandayan di tetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Gb. Tanggal 14-2-1924 Nomor : 36 Stbl. 43 , seluas 884 Ha. Kemudian pada tanggal 5-10-1978 melalui surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 610/Kpts/Um/10/1978, sebagian wilayah seluas 221 Ha diubah menjadi Taman Wisata Alam. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 68/Kpts/Um/79 tanggal 22-1-1979 kawasan cagar alamnya diperluas sehingga menjadi 6.000 Ha. Kemudian atas dasar Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 226/Kpts-II/1990 tanggal 8-5-1990, Cagar Alam Papandayan ditetapkan menjadi seluas 6.807 Ha dan Taman Wisata Alam seluas 225 Ha.

Topografi
Keadaan lapangan pada umumnya memiliki topografi curam, berbukit dan bergunung-gunung serta tebing yang terjal.

Iklim
Menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, kawasan ini termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata per tahun 3.000 mm, kelembaban udara berkisar antara 70-80% dan temperatur rata-rata 10%. Baca entri selengkapnya »